Libur Sekolah Semester 1 Tahun Pelajaran 2013/2014
tanggal 23 Desember 2013 s.d. 4 Januari 2014
masuk sekolah 6 Januari 2014
Senin, 23 Desember 2013
Jumat, 13 Desember 2013
SELAMAT DATANG KURIKULUM 2013
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Dari
sekian banyak unsur sumber daya pendidikan, kurikulum merupakan salah satu
unsur yang bisa memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses
berkembangnya kualitas potensi peserta didik.
Mengapa kurikulum dikembangkan?Ada beberapa alasan mengapa kurikulum dikembangkan:
1. Tantangan Internal
a. Kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu
8 standar pendidikan, terutama SKL, standar isi, standar proses, dan standar penilaian; yang harus
disesuaikan dengan tantangan dan kebutuhan pendidikan;b. Pertumbuhan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif (15 s.d. 60
tahun) akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035 sebesar 70% dari jumlah penduduk
Indonesia. Pemberdayaan SDM usia produktif menjadi hal yang mendesak dan urgen untuk
diupayakan peningkatan kompetensi dan skillnya, transformasi ini hanya dapat dilakukan melalui
pendidikan
2. Tantangan Eksternal
a. Arus globalisasi dunia yang tidak dapat dibendung dan berkembangnya isu lingkungan hidup dan
kemajuan teknologi dan informasi;
b. Diberlakukanya zona peragangan bebas (WTO, AFTA, APEC) yang mengharuskan setiap negara
membuka pasar perdangannya tanpa proteksi, hal ini dapat dibayangkan produk-produk luar
negeri akan membanjiri pasar domestik, jika tidak disiapakan SDM yang kompetitif , kita akan
menjadi penonton di rumah sendiri.
c. Rendahnya prestasi pelajar Indonesia dalam bidang matematika dan saint dalam ajang (PISA dan
TIMSS)
Jadi tidak dapat disangkal lagi
bahwa kurikulum, yang dikembangkan
dengan berbasis pada kompetensi sangat
diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi:
(1) manusia
berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu
berubah; dan (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan
(3) warga
negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Untuk mencapai harapan tersebut perlu penyempurnaan pola pikir pembelajaran antara lain:1. Pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik;
2. Pola pembelajaran satu arah menjadi pembelajaran interaktif;
3. Pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring;
4. Pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif;
5. Pola belajar sendiri menjadi belajar berkelompok(berbasis tim);
6. Pola pembelajaran alat tunggal menjadi berbasis multimedia;
7. Pola pembelajaran berbasis masal menjadi kebutuhan pelanggan (user);
8. Pola pembelajaran ilmu tunggal (monodiscipline) menjadi multidiscipline;
9. Pola pembelajaran pasif menjadi kritis.
Untuk itu kurikulum 2013 menjadi oase dalam upaya peningkatan kompetensi dan skill peserta didik.
Sukses..........................................................
By: Cak hadak
MATEMATIKA SEDEKAH
Sedekah adalah menafkahkan sebagaian rizki yang dikarunikan Allah kepada kita untuk kepentingan umum yang diridhoi Allah. Dengan mengeluarkan sedekah faktanya harta kita berkurang tetapi pada hakikatnya harta kita bertambah.
Contoh:
Jika dalam sebulan penghasilan kita Rp4.000.000,00 maka menurut syariat kita diwajibkan mengeluarkan 2.5% yaitu Rp100.000,00. maka:
Rp4.000.000,00
Rp 100.000,00 -
Rp3.900.000,00 (uang yang kita miliki setelah dikelurkan sedekahnya)
Dalam Surat Al-Baqoroh:261 Allah berfirman:
1. Cash/Tunai. Allah akan mendatangkan rizki yang tidak kita sangkah-sangkah asalnya;
2. Deposit. Allah akan membalas sedekah kita pada saat kita memerlukan (sebagai tabungan);
3. Konversi. Allah akan mengkonversi sedekah kita dengan kebaikan (bukankah sedekah dapat menjaukan kita dari bala' dan musibah).
Agar sedekah kita mencapai derajat ma'bul harus memenuhi syarat:
1. Uang/barang yang disedekahkan berasal dari usaha yang halal
2. Ikhlas (semata-mata mengharap ridho dari Allah
Contoh:
Jika dalam sebulan penghasilan kita Rp4.000.000,00 maka menurut syariat kita diwajibkan mengeluarkan 2.5% yaitu Rp100.000,00. maka:
Rp4.000.000,00
Rp 100.000,00 -
Rp3.900.000,00 (uang yang kita miliki setelah dikelurkan sedekahnya)
Dalam Surat Al-Baqoroh:261 Allah berfirman:
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh)
orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah serupa dengan
sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.
Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha
luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui"
Pada hakikatnya harta yang kita sedekahkan akan dilipatgandakan sebagaimana janji Allah diatas sebagai berikut:
Rp100.000,00 (uang yang kita sedekahkan) akan dilipatgandakan 10 s.d. 700 kali, jika kita mengambil perkalian tertinggi (700 kali) maka harta yang kita sedehkan jadi Rp70.000.000,00.
Harta yang telah kita sedekahkan akan dikembalikan kepada kita oleh Allah dalam bentuk:1. Cash/Tunai. Allah akan mendatangkan rizki yang tidak kita sangkah-sangkah asalnya;
2. Deposit. Allah akan membalas sedekah kita pada saat kita memerlukan (sebagai tabungan);
3. Konversi. Allah akan mengkonversi sedekah kita dengan kebaikan (bukankah sedekah dapat menjaukan kita dari bala' dan musibah).
Agar sedekah kita mencapai derajat ma'bul harus memenuhi syarat:
1. Uang/barang yang disedekahkan berasal dari usaha yang halal
2. Ikhlas (semata-mata mengharap ridho dari Allah
By: Cak Hadak
Jumat, 04 Oktober 2013
DOA PGRI
DOA KEPRIHATINAN
Banyak kebijakan, aturan maupun peraturan yang dibuat tidak menunjukkan upaya peningkatan martabat dan kesejahteraan guru, dua syarat penting keberhasilan pendidikan, bahkan terkesan menghambat. Para pemangku kebijakan sepertinya lupa bahwa guru adalah kunci masa depan bangsa. Dari tangan gurulah lahir generasi penerus bangsa. Bagaimana guru dapat melahirkan generasi muda yang baik jika dalam bekerjanya sering terganggu dengan berbagai kebijakan yang meresahkan. Tunjuk saja misalnya Ujian Kompetensi Awal (UKA) bagi guru-guru yang akan mengikuti Sertifikasi. Undang-undang mana yang mengharuskan guru diuji ketika akan sertifikasi?
Ada lagi UKG, Uji Kompetensi Guru bagi yang sudah sertifikasi. Apa dasar dan manfaatnya selain membuat kehebohan di seluruh Indonesia. Dan banyak yang lain.
Maka PGRI Prihatin.
Lihatlah cuplikan doanya................
Kamis, 03 Oktober 2013
GURU MATEMATIKA BERINOVASI
GURU MATEMATIKA BERINOVASI
Hari ini Kamis, 3 Oktober 2013 guru-guru matematika Ponorogo berdiskusi tentang berbagai inovasi yang pernah dilaksanakan baik yang berbentuk metode pembelajaran, media maupun teknik pembelajaran. ini dia berbagai inovasinya.
1. Materi Sudut, kelas 7
- membuktikan jumlah sudut dalam segitiga dengan melipat sudut-sudutnya menjadi satu.
2. Materi Himpunan, kelas 7
- Guru membawa seutas tali dibentuk lingkaran di depan kelas, kemudian guru memanggil siswa dengan definisi jelas atau tidak jelas secara bergantian dan disuruh masuk lingkaran.
3. Materi Aljabar, kelas 7
- Anak-anak diminta membawa buah-buahan sebagai sarana untuk menjelaskan koefisien, konstanta dan variabel.
4. Materi Pecahan senilai, kelas 7
- Bawa 2 roti berukuran sama berbentuk persegi panjang. Roti 1 diambil 1/3 dan roti kedua diambil 2/6. Anak disuruh membandingkan luas kedua bagian tersebut.
5. Materi operasi penjumlahan dan pengurangan bil.bulat, kelas 7
- menggunakan ubin yang ada di kelas
- setiap ubin diberi nomer dengan kertas atau dg spidol
- setiap siswa disuruh melompat dengan aturan:
ditambah positif ....... maju
ditambah negatif ....... mundur
dikurangi negatif ....... berbalik arah lalu mundur
6. Aritmatika sosial, kelas 7
Kelas diseting seperti pasar, ada penjula grosir, eceran dan pembeli. Dengan uang mainan, siswa belajar tentang untung dan rugi, harga beli dan jual.
7. Luas selimut kerucut, kelas 9
-Selimut kerucut dipotong menjadi 4 bagian sama trus disusun menjadi segitiga sehingga didapatkan rumus luas selimut kerucut dengan pendekatan luas segitiga.
Hari ini Kamis, 3 Oktober 2013 guru-guru matematika Ponorogo berdiskusi tentang berbagai inovasi yang pernah dilaksanakan baik yang berbentuk metode pembelajaran, media maupun teknik pembelajaran. ini dia berbagai inovasinya.
1. Materi Sudut, kelas 7
- membuktikan jumlah sudut dalam segitiga dengan melipat sudut-sudutnya menjadi satu.
2. Materi Himpunan, kelas 7
- Guru membawa seutas tali dibentuk lingkaran di depan kelas, kemudian guru memanggil siswa dengan definisi jelas atau tidak jelas secara bergantian dan disuruh masuk lingkaran.
3. Materi Aljabar, kelas 7
- Anak-anak diminta membawa buah-buahan sebagai sarana untuk menjelaskan koefisien, konstanta dan variabel.
4. Materi Pecahan senilai, kelas 7
- Bawa 2 roti berukuran sama berbentuk persegi panjang. Roti 1 diambil 1/3 dan roti kedua diambil 2/6. Anak disuruh membandingkan luas kedua bagian tersebut.
5. Materi operasi penjumlahan dan pengurangan bil.bulat, kelas 7
- menggunakan ubin yang ada di kelas
- setiap ubin diberi nomer dengan kertas atau dg spidol
- setiap siswa disuruh melompat dengan aturan:
ditambah positif ....... maju
ditambah negatif ....... mundur
dikurangi negatif ....... berbalik arah lalu mundur
6. Aritmatika sosial, kelas 7
Kelas diseting seperti pasar, ada penjula grosir, eceran dan pembeli. Dengan uang mainan, siswa belajar tentang untung dan rugi, harga beli dan jual.
7. Luas selimut kerucut, kelas 9
-Selimut kerucut dipotong menjadi 4 bagian sama trus disusun menjadi segitiga sehingga didapatkan rumus luas selimut kerucut dengan pendekatan luas segitiga.
Rabu, 02 Oktober 2013
Inovasi Pembelajaran
INOVASI PEMBELAJARAN
Latar Belakang?
Apa?
Tujuan?
Manfaat?
Meliputi apa saja?
Kepadamu, semua anggota MGMP Matematika semester ganjil th.2013-2014 aku berharap sumbangan pemikiran.
Latar Belakang?
Apa?
Tujuan?
Manfaat?
Meliputi apa saja?
Kepadamu, semua anggota MGMP Matematika semester ganjil th.2013-2014 aku berharap sumbangan pemikiran.
Senin, 16 September 2013
Mengapa kurikulum harus ganti
Oleh: Suwardi
Kemendiknas
pada tahun 2013 menerbitkan kurikulum baru yang diberi nama Kurikulum
2013, sessuai dengan tahun berlakunya kurikulum. Banyak kalangan menilai
peluncuran kurikulum ini berbau Politis, maklum mendekati tahun 2014,
yang bagi sebagian pengamat politik disebut tahun politik. Benarkah?
Adalah
sah sah saja setiap orang berpendapat. Bahwa ini menunjukkan
keberhasilan Kabinet Persatuan jilid II, Bahwa pak Menteri ingin
dikenang sebagai orang yg berjasa dalam pendidikan atau apalah pandangan
orang termasuk anda. Sah saja. Tapi benarkah seperti itu?
Mari berbaik sangka.
Perubahan
adalah keniscayaan. Siapa yang tidak mau berubah akan tergilas jaman.
Menurut para pakar ( siapa ya.........., lupa) kurikulum mesti berubah
setiap sepuluh tahun sekali.Kurikulum yang kita pakai adalah produk
tahun 2004 yang dikenal sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) yang berlaku efektif tahun 2006. Artinya kurikulum kita telah
menginjak umur sembilan tahun. Perlukah berubah?
Menyadari
pesatnya perkembangan jaman disertai kebutuhan akan inovasi-inovasi
pendidikan guna menghadapi tantangan kehidupan maka rasanya memang
kurikulum kita perlu berubah. Paradigma pendidikan perlu
berubah.Pendidikan untuk menyiapkan generasi muda yang mandiri perlu
dibekali ketrampilan, pola pikir dan mental yang sesuai tuntutan jaman
bukan sekedar pandai secara intelektual.
Langganan:
Postingan (Atom)

